Selasa, 19 Februari 2013

SUZUKI INAZUMA


Posted by iwanbanaran in Otomotif, Suzuki.
Tags: ,
trackback

Suzuki InazumaLoyalitas….kalimat ini harus dijaga kalau ingin tetap eksis dalam ketatnya persaingan roda dua. Seperti yang dilakukan Suzuki. Walau menjadi kaum minoritas…..pabrikan berlambang S ternyata lumayan getol terus melakukan supervisi serta pengawasan terhadap produk yang mereka rilis. Seperti yang dituturkan bro Nugraha
berikut ini….460x170-2
Masih ingat artikel lawas yang membahas mengenai batok lampu Suzuki Inazuma ngembun ketika kena air (klik disini). Cerita tersebut ternyata tidak usai hanya sampai disana. Berikut penurutan komplitnya sesuai message yang dikirim ke FB IWB…..
Mas… aku barusan balik dari Suzuki ni… Urut wae lah ya.. hehe. Seperti yang dijadwalkan tanggal 8/2 minggu lalu, saya memenuhi undangan Suzuki (dalam hal ini saya pergi ke Indo Jakarta Motor Gemilang Sunter) untuk keperluan Market Quality Survey. Tentu saja butuh perjuangan untuk sampai ke Sunter, tapi akhirnya sampai juga sekitar jam 8.30. Begitu sampai dan setelah memarkir motor, saya langsung samperin salah satu pegawai Suzuki dan menyampaikan keperluan saya. Ga ba-bi-bu banyak saya langsung diarahin ke meja berikutnya, kalo ga salah bagian Marketing. Nah, di sini yang saya kaget, ternyata sudah ada 2 petinggi Jepang yang menunggu. Terjadilah wawancara pake bahasa Inggris (walau terbata-bata karena ga siap mental) dengan Mr. Morikami.
Saya ditanyain, gimana perasaan saya pakai motor Inazuma. Saya jawab aja “I’m very excited. Because it’s my first time I’m using 250cc motorcycle.” Terus dia tanya lagi sebelum pake Inazuma saya pake motor apa. Saya jawab, “Honda Megapro 160cc.” Yang saya liat dia cuma tulis “H Megapro 160cc”. Haha… Pertanyaan selanjutnya, dari 2 merk yang lain seperti Kawasaki dan Honda, kenapa memilih Suzuki? Saya jawabnya sih simpel saja mas. Yang pertama, saya tidak suka riding position 2 motor itu, karena saya motor yang saya pilih akan saya pakai untuk motor harian (daily riding). Yang kedua, saya memperhatikan kepentingan pembonceng (terutama sang kekasih hati.. ciee..). Saya tidak menemukan 2 hal utama itu di Ninja 250 dan CBR 250.
Lanjut lagi, masalah kondensasi ato pengembunan batok lampu juga dibahas mas di sini. Ya saya ngomong juga ke Mr. Morikami, “For the class of this global motorcycle, this matter is kind of weird.” Atau dalam bahasa Indonesia, untuk sekelas motor global masalah ini malah aneh. Saya juga bilang kalau batok lampu saya masih mengembun sedikit setelah motor dicuci. Mr. Morikami tetap mendengarkan dan mencatat dalam tulisan Jepang. Setelah itu kami semua keluar untuk melihat kondisi motor saya. Rekan Mr. Morikami sempat mengambil foto motor (malu saya mas, motornya belom sempet dicuci >_<) trus Mr. Morikami melihat-lihat dan sempet naik motor saya. Cek kopling, gas, rem, liatin konsol speedometer, rantai. Bener2 diinspeksi lah. Saya juga komplain masalah bunyi klakson dan ada pegawai Suzuki yang membantu saya untuk menyampaikan masalah itu pakai bahasa Jepang ke Mr. Morikami.
Setelah inspeksi selesai, saya langsung diarahkan ke admin untuk pengambilan suvenir (jaket), snack, dan juga penggantian uang bensin sebesar 100rb. Nah, setelah saya ngurus pelunasan pembelian aksesoris resmi (saya inden tank pad Inazuma 1 minggu) dan sembari nunggu tank pad dipasang, saya ngobrol2 sama pegawai yang ikut acara inspeksi tadi. Biasanya setelah 3 bulan produk diluncurkan, Suzuki mengadakan Market Quality Survey ini mas dan orang Jepangnya sendiri yang turun tangan. Dalam hal ini mereka mengadakan survei untuk pengguna Suzuki Lets dan Inazuma 250.
Wah, pengalaman pertama nih mas ketemu orang Jepang di dunia otomotif. Heheh. Keren-keren. Semoga pelayanan seperti ini dipertahankan terus yah soalnya selama ini saya selalu denger hal-hal yang miring tentang pelayanan Suzuki. Foto pertama itu Mr. Morikami, mekanik, dan orang Jepang yang lain. Foto kedua itu Mr. Morikami dengan foto yang lebih jelas.. heheh.. oia, itu batok lampu ngembun tipis justru pas udah diganti dengan yang baru mas.. ini saya mau cek apa pas abis dicuci atau setelah ujan juga ngembun.. klo masi ngembun juga ya saya mo ngomong lagi ke pihak Suzuki baiknya mesti gimana….
TVSMotor
Yup….pengalaman dan penuturan yang sangat menarik dari bro Nugraha. Dari seluruh kronologi…bisa diambil kesimpulan bahwa Suzuki sebenarnya sangat konsen dengan kualitas. Sayang tindakan tersebut tidak dibarengi dengan ketajaman membaca keinginan pasar. Strategi kadangkala terkesan ngawur kehilangan arah.  Coba sampeyan bayangkan kalau mereka tidak mempunyai Satria FU….pasti jarang biker membahas Suzuki. Kendati secara perlahan mereka mencoba bangkit dengan sport anyar seperti Inazuma…..semua belum cukup. Suzuki??. Good move anyway...(iwb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar